Komunikasi dan Objek Kajian Ilmu Komunikasi
Komunikasi adalah kegiatan yang tidak pernah berhenti dilakukan oleh semua manusia. Karena definisi dari komunikasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Proses penyampaian pesan yang dilakukan tidak hanya secara verbal namun juga secara non verbal, bisa secara tatap muka ataupun melalui media. Kegiatan komunikasi menyentuh semua aspek kehidupan, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi itu akan selalu ada selamanya. Komunikasi merupakan hal terpenting didalam kehidupan karena bersifat kontinuitas atau berkelanjutan, sehingga dari bangun tidur sampai tidur kembali hal yang kita lakukan adalah berkomunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia baik secara perorangan, kelompok, maupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan telah melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan sebuah aksi dan reaksi. Itu artinya komunikasi akan selalu hadir kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun.
Kata "komunikasi"
berasal dari bahasa Latin yaitu communis,
yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang
atau lebih. Akar kata communis adalah communico, yang artinya berbagi (Stuart,
1983). Berbagi disini maksudnya tidak hanya berbagi informasi formal saja tapi
juga berbagi pendapat, perasaan, ilmu pengetahuan, pengalaman, hiburan dan
lain-lain dalam berbagai konten. Menurut para ahli seperti yang disebutkan oleh
Achmad S. Ruky, komunikasi merupakan proses pemindahan dan pertukaran pesan,
dimana pesan ini dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi
dari seseorang kepada orang lain. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk
mempengaruhi dan atau mengubah informasi yang dimiliki serta tingkah laku orang
yang menerima pesan tersebut.
Komunikasi tentu dapat
memberikan manfaat yang baik bagi kita, Karena komunikasi memiliki banyak
fungsi. Adapun fungsi komunikasi di antaranya adalah untuk menyampaikan
informasi, sebagai penyampai pendapat, sebagai bentuk interaksi dengan orang lain,
untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari suatu yang baru karena melalui
komunkasi akan terjadi transfer ilmu antara pihak satu dengan pihak lainnya,
sebagai cara untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain, sebagai perantara
untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, sebagai hiburan, untuk
mengambil suatu keputusan yang tepat, untuk menghindari adanya kesalahpahaman,
untuk tetap menjalin hubungan yang baik, sebagai bentuk ekspresi dan masih
banyak lagi. Namun jika kita salah langkah dalam komunikasi, maka ini akan
berakibat fatal. Kesalahan dalam komunikasi akan menimbulkan dampak yang
negatif seperti perpecahbelahan, kesalahpahaman, pertengkaran, kegaduhan,
saling membenci dan lain-lain. Maka haruslah kita mengetahui hakikat dari
komunikasi itu sendiri. Harus lebih jeli dalam mengetahui apa yang boleh dan
tidak boleh dilakukan pada saat
berkomunikasi. Komunikasi dibedakan kedalam beberapa bagian. Komunikasi
berdasarkan cara penyampaiannya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu verbal,
tertulis dan berdasarkan maksud.
1. Komunikasi
lisan merupakan komunikasi yang terjalin secara langsung. Contoh komunikasi
lisan yaitu meeting dengan klien,
wawancara kerja, berbicara pada hewan, atau dua orang yang sedang berbicara.
Komunikasi lisan sendiri dapat terjadi secara jarak jauh. Misalnya yaitu
pembicaraan melalui telepon dan video call.
2. Komunikasi
tertulis biasanya dilakukan melalui aplikasi atau media teknologi. Misalnya
yaitu mengirim pesan melalui email, SMS, chatting melalui aplikasi WhatssApp/
Instagram / BBM / Facebook Messenger.
3. Komunikasi
berdasarkan maksud dari komunikator tersebut. Contohnya adalah pidato, pemberian
saran atau kritik, memberikan perintah, berorasi, ceramah dan lain-lain.
Komunikasi ini bisa dilakukan secara lisan baik tulisan.
Kegiatan apapun yang
bertujuan menyampaikan suatu pesan atau informasi yang dilakukan secara sadar baik
ada respon atau tidak maka itu termasuk kedalam komunikasi. Contoh sederhana
lainnya adalah seperti pada saat kita berdoa kepada tuhan, kita memohon dan
mengirimkan pesan pada-Nya. Meskipun Tuhan tidak merespon atau menjawab secara
langsung tapi tetap saja kegiatan tersebut dinamakan komunikasi. Contoh lain
adalah ketika kita berbicara pada hewan, tumbuhan, atau bahkan diri sendiri maka
kegiatan tersebut dinamakan komunikasi. Karena sesuai dengan definisinya bahwa
komunikasi merupakan penyampaian pesan kepada sebuah objek. Selama ada pesan yang
disampaikan baik kepada Tuhan, manusia, hewan dan tumbuhan maka itu merupakan
komunikasi. Tetapi objek kajian ilmu komunikasi membahas mengenai penyampaian
pesan antarmanusia.
Objek ilmu dapat dibedakan
atas objek materia dan objek forma (Poedja-wijatna, 1983; Adian, 2002). Objek
material adalah segala hal yang konkret maupun abstrak yang dipelajari manusia,
contohnya tumbuhan, manusia secara fisik, alam semesta, hewan, kepercayaan, dan
budaya. Atau lebih sederhananya adalah dari mana ilmu dalam bidang yang sama di
amati. Misalnya kehidupan alam semesta
telah menjadi kajian ilmu-ilmu alam, kehidupan sosial telah menjadi objek
materia ilmu-ilmu sosial. Sedangkan objek forma adalah sudut dari mana objek
materia itu dikaji secara lebih spesifik yang melahirkan bidang-bidang ilmu
yang berbeda. Menurut Susanto (1986), objek forma diperlukan demi penjelasan
pemisahan ilmu satu dengan lainnya, maka objek formanya tentu berbeda-beda.
Contohnya adalah disiplin ilmu antropologi, sosiologi, dan psikologi sama-sama
mengkaji perilaku manusia.
Dalam hal ilmu komunikasi,
objek materianya adalah sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, yakni manusia
dilihat dari sisi tingkah laku dan perilaku sosialnya. Sedangkan objek forma
ilmu komunikasi, yakni bagaimana objek materia manusia itu disoroti, mengkaji
tentang penyampaian pesan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sosialnya. Jadi,
ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari penyampain pesan antarmanusia.
Dalam buku “Filsafat Ilmu Komunikasi” yang ditulis oleh Dani Vardiansyah (2005). Kesimpulannya adalah
Kesimpulannya, komunikasi
adalah kegiatan yang tidak bisa kita tinggalkan karena merupakan aspek
terpenting dari kehidupan. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung dan
tertulis. Komunikasi dengan Objek kajian ilmu komunikasi memiliki sedikit
perbedaan. Bahwa komunikasi merupakan penyampaian pesan secara general kepada
siapun baik kepada Tuhan, manusia, hewan ataupun tumbuhan. Ada respon ataupun
tidak yang terpenting penyampaian pesan sudah terlaksana, maka kegiatan
tersebut bisa dikatakan komunikasi. Sedangkan objek kajian ilmu komunikasi
membutuhkan respon atau harus dua arah dilakukan dengan cara timbal balik dari
lawan bicara. Berbicara pada hewan termasuk komunikasi, tapi bukan termasuk
objek kajian ilmu komunikasi. Karena pada hakikatnya, objek kajian ilmu
komunikasi merupakan penyampaian pesan antarmanusia, dan diperlukannya
respon/jawaban dari perbincangan komunikator tersebut.
Sumber
:
1. 1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Online)
2. 2. Modul PIK, Hakikat Ilmu Komunikasi Karya Drs
Dani Vardiansyah M.Si
3. 3. Pengertian komunikasi menurut para ahli
Link
: https://pakarkomunikasi.com/pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli
4. 4. Manusia sebagai objek Komunikasi
Link
: http://amarsuteja.blogspot.com/2012/10/manusia-sebagai-objek-komunikasi.html#
5. 5. Pengertian komunikasi, tujuan, fungsi dan
macamnya.
Link
: https://qwords.com/blog/pengertian-komunikasi/
Link
: https://kitchenuhmaykoosib.com/proses-komunikasi/
6. 6. Power Point Text Karya Rachmat Kriyantono
Link
: http://rachmatkriyantono.lecture.ub.ac.id/files/2014/10/3.-OBJEK-ILMU-KOMUNIKASI-BARU.pdf
Komentar
Posting Komentar