Sholatun Bissalamil Mubin

 

Nama : Adinda Tasya Putri Maulana

NIM : 20200501051

Prodi : Marketing Communication


Shalawat/ qosidah yang sering saya dengar dan baca adalah “Shalatun Bissalamil Mubin”, shalawat ini sering dikumandangkan di masjid pada sore hari atau malam hari ba’da maghrib di pengajian anak-anak.

Sholawatnya berbunyi :

صَلَاةٌ بِاالسَّلَامِ الْمُبِيْنْ، لِنُقْطَةِ التَّعِيْنِ يَاغَرَامِىْ

نَبِيٌ كَانَ اَصْلَ التَّكْوِيْنِ، مِنْ عَهْدِ كُنْ فَيَكُوْنُ يَاغَرَامِىْ

صَلَاةٌ بِاالسَّلَامِ الْمُبِيْنْ، لِنُقْطَةِ التَّعِيْنِ يَاغَرَامِىْ

اَيَامَنْ جَاءَنَا حَقًّا نَذِيْرِ، مُغِشًا مُسْبِلًا سُبُلَ الرَّشَادِ

صَلَاةٌ بِاالسَّلَامِ الْمُبِيْنْ، لِنُقْطَةِ التَّعِيْنِ يَاغَرَامِىْ

اللهْ يَا اللهْ يَا اللهْ يَا اللهْ

رَسُولُ اللهِ يَاضَاوِى الْجَبِيْنِ، وَيَامَنْ جَآءَ بِلْحَقِّ الْمُبِيْنِ

صَلَاةٌ بِاالسَّلَامِ الْمُبِيْنْ، لِنُقْطَةِ التَّعِيْنِ يَاغَرَامِىْ

صَلَاةٌ لَمْ تَزَلْ تُتْلَى عَلَيْكَ، كِمِعْطَارِالنَّسِيْمِ تُهْدَى اِلَيْكَ

صَلَاةٌ بِاالسَّلَامِ الْمُبِيْنْ، لِنُقْطَةِ التَّعِيْنِ يَاغَرَامِىْ

 

Artinya :

Sholawat beserta salam sesungguhnya untuk yang terkhusus wahai Rinduku

Sang Nabi, Awal penciptaan sejak masa kun fayakun wahai Rinduku

Sholawat beserta salam sesungguhnya untuk yang terkhusus wahai Rinduku

Wahai engkau yang telah datang kepada kami membawa sebenar peringatan, penolong serta penunjuk jalan kebenaran

Sholawat beserta salam sesungguhnya untuk yang terkhusus wahai Rinduku

Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Wahai Rosulullah yang dahinya bercahaya, wahai yang datang dengan kebenaran yang terang

Sholawat beserta salam sesungguhnya untuk yang terkhusus wahai Rinduku

Sholawat senantiasa tercurah atasmu bagaikan angin wewangian yang dihadiahkan kepadamu

Sholawat beserta salam sesungguhnya untuk yang terkhusus wahai Rinduku

 

Pengalaman membaca shalawat :

Pengalaman saya membaca dan mendengar shalawat itu sejak kecil tentunya saya merasa bersyukur, karena shalawat adalah cara menyampaikan rindu kita kepada Rasulullah. Rasulullah meskipun belum pernah bertemu dengan kita, tapi ia sudah merindukan kita. Maka shalawat adalah rindu yang kita sampaikan kepadanya. Pada waktu masih kecil, saya belum terlalu mendalami maknanya dan shalawat ini tidak termasuk shalawat yang sedih karena selalu diiringi dengan gendang atau alat qosidah yang lain, akan tetapi ketika saya sudah baligh dan mulai mendalami agama, maka saya mulai sadar arti dari setiap kalimatnya. Shalawat ini biasanya dikumandangkan oleh anak-anak kecil di masjid ketika akan melakukan pengajian. Shalawat ini juga merupakan shalawat yang mudah untuk dihafal karena liriknya terus diulang-ulang. Dulu, saya belum mengerti bahwa kita harus merindukan Nabi Muhammad, yang saya tahu hanyalah kita harus melakukan sunnah-sunnahnya saja.

Saya juga sering mendengar shalawat ini pada lomba-lomba qosidah yang dilaksanakan di sekolah. Banyak orang yang membawakan shalawat ini dalam perlombaan tersebut. Menurut saya hal ini bagus sekali karena orang-orang awam menjadi tahu dan bahkan hafal dengan shalawat ini. Dengan melantunkan shalawat, banyak sekali keuntungan dan manfaat yang bisa kita dapatkan. Mendapatkan sepuluh catatan amal kebaikan, shalawat mampu menutupi kesalahan dan kekhilafan seseorang, Shalawat juga dapat mengangkat derajat seseorang disisi Allah, Shalawat dapat menjadi syafaat di hari kiamat, dan Shalawat juga dapat mencukupi kepentingan dunia dan akhirat. Selain itu, hati menjadi tenang dan bersih dan Rasulullah akan semakin merindukan kita sebagai pengikutnya yang shaleh. Maka, saya selalu ingat untuk bershalawat kepada Rasullullah SAW.

 

 

 

 

 

Komentar